BELAJARLAH KE GUINEA! KORUPSI PENYEBAB SEGALA BENTUK KEKACAUAN BANGSA

Artikel, Opini61 Dilihat

Oleh Bustami Narda

Kenapa setiap negara di dunia ini, rakyatnya sangat membenci pemerintahannya yang korup? Adalah karena korupsi ini merupakan biang kerok atau penyebab dari segala bentuk kekacauan dalam suatu negara.
Lihatlah negara yang pemerintahannya korup, rakyatnya pasti banyak miskin.
Dan di negara yang pemeritahannya korup, pemerintahannya cenderung diktator, anti kritik dan memusuhi orang-orang berpendidikan yang idealis dan kritis.

Kenapa fenomena ini terjadi? Ini lah yang akan kita coba membahasnya pada kesenpatan ini.
Korupsi itu adalah sebuah perbuatan yang didasari oleh kecurangan, ketidakjujuran dan ketidakikhkasan.
Orang yang melakukan korupsi ini adalah orang curang, tidak jujur dan tidak ikhlas.

Karena itu, ketika suatu negara dikelola para koruptor, maka kecurangan dan ketidakjujuran akan menjadi makanannya sehari-hari.
Karena kaum koruptor ini jauh dari ikhlas, tidak jujur dan akrab dengan kecurangan dalam mengelola negara, maka yang terjadi,” Mereka para pengelola negara atau para pejabat itu kaya raya karena uang rakyat yang mereka korup, rakyat jadi miskin karena uang yang seharusnya untuk membantu rakyat menjadi pengisi kantong para koruptor di pemerintahan”. Dan biasanya di negara-negara yang pemerinrahannya korup, program pemerintahannya tak jalan atau gagal. Bagaimana bisa program berjalan sesuai target kalau uangnya sudah habis dikorup pengelolanya.

Contohnya, di negara kita ada program Makan Bergizi Gratis(MBG). Namanya makan bergizi, tetapi makanannya ada yang tempe tak layak di makan karena sudah basi, ikan lelenya ada yang belum matang, buah-buahannya ada yang busuk. Dalam perencanaannya satu porsi makanan Rp 15.000, sampai kepada penerima manfa’at hanya Rp 6.000. Alih-alih menambah gizi, hanya membuat keracunan. Alih-alih bisa mempertinggi badan karena bisa memerangi stanting, hanya memperpendek umur karena keracunan makanan. Ini karena apa? Karena korupsi. Uangnya dikorup pengelolanya yang sekarang sudah ada yang jadi tersangka di tahanan Kejagung.

Dalam hal ini, kita agaknya patut berkaca pada yang terjadi sekarang di negara Guinea Ekuatorial. Seluruh anggota kabinetnya mundur massal setelah pemerintahannya gagal mencapai target pengerjaan programnya akibat korupsi. Namun masih mending kabinet Guinea ini ada punya rasa malu, sehingga mereka mau mundur. Kalau sudah terlalu parah korupsinya, biasanya rasa malunya sudah tak ada lagi, nilai-nilai etika dan moralnya sudah mereka kesampingkan. Akibatnya, jangankan mereka mau mundur secara sukarela, dimudurkan pun mereka enggan.

Bertolak dari sini, ada beberapa ciri dari negara yang pemerintahannya korup.
Antara lain ciri-cirinya: Pemerinrahannya anti kritik, cenderung arogan, cenderung tertutup, cenderung indah di pidato-pidato di depan rakyat tetapi kebalikannya yang tejadi pada implementasinya kepada rakyat.

Cenderung memusuhi orang-orang berpendidikan yang idealis dan kritis. Cenderung memelihara kolusi dan nepotisme dalam menempatkan orang pada berbagai posisi dan jabatan.

Sedangkan akibat dari suatu negara yang pemerintahannya korup, antara lain; rakyatnya banyak yang miskin, kualitas pendidikannya rendah, pengangguran banyak, tingkat kriminalitas tinggi, hukum tidak jalan, demokrasi lumpuh.
Dengan ini dapat kita simpulkan bahwa jika kita ingin rakyat sejahtera, pendidikan berkualitas, negara aman dan sentosa, rasa keadilan dapat dinikmati rakyat, demokrasi tumbuh dan berkembang, pengelola negara memiliki etika dan moral yang tinggi, rasa malu muncul di tengah pengelola negara, korupsi harus dihapus dengan cara menghukum seberat-beratnya samapi pada hukuman mati pelaku korupsi. Di negara kita, alih-alih korupsi dihukum mati, Undang-undang perampasan aset saja belum tuntas sampai kini. Jadi, kapan korupsi akan bisa terhapus dari bumi Indonesia ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *