tintaindependen.com Serang, 10, April, 2026
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pematang 2 Kragilan Serang tengah menjadi sorotan setelah mengadakan Pungutan anggaran yang dinilai memberatkan para pedagang di sekitar sekolah. Pungutan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan fasilitas sekolah ini menuai keluhan dari beberapa pelaku usaha yang merasa terbebani.

Sumber terpercaya dari lingkungan sekolah menyebutkan, pihak SDN Pematang 2 Kragilan menetapkan pungutan sebesar 1,5 juta rupiah perpedagang. Namun, beberapa pedagang mengeluhkan bahwa jumlah tersebut terlalu tinggi mengingat kondisi ekonominya yang masih pas pasan.
“Saya mendukung kebijakan Sekolah, tetapi jumlah yang diminta sangat tidak wajar. Kami juga harus mencari nafkah sehari-hari dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa pedagang lainnya juga berharap pihak sekolah dapat lebih memahami situasi mereka dan mencari solusi yang lebih adil. “Mungkin bisa dilakukan penggalangan dana secara sukarela, tanpa adanya angka pasti yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Kepala Sekolah SDN Pematang menjelaskan, Saya keluarkan anggaran untuk kebersihan ratusan ribu rupiah, ketika media tanyakan terkait siapa yang kelola kios pedagang tersebut. Namun Kepsek langsung berlalu dari hadapan awak media .
Sementara itu, para pedagang berharap adanya langkah nyata dari pihak sekolah untuk merevisi sistem penggalangan dana agar lebih bersifat inklusif dan mempertimbangkan kemampuan Pedagang sekitar.(Red)






