Realisasi Bantuan Bibit Kambing Desa Jambu Karya Diduga Terjadi Mark Up Anggaran

Berita, Daerah, Peristiwa119 Dilihat

tintaindependen.com TANGERANG, – Program bantuan ketahanan pangan Pemerintah Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada 2023 disoroti setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi. Bantuan bibit kambing senilai Rp 194.800.000 itu diduga mengalami penggelembungan anggaran atau mark up.

Dugaan ini bermula dari informasi penerima manfaat, yaitu salah satu Ketua RT di Desa Jambu Karya inisial M.Dalam Informasi yang di sampaikan, ” M ” menerima 10 ekor bibit kambing ukuran sedang pada tahun 2023. Namun, bantuan tersebut tidak disertai dengan pembuatan kandang.

“Kandang yang ada di tempat saya adalah milik sendiri, bukan bantuan dari desa,” tegas M.

Yang lebih mengejutkan, dari 10 ekor kambing yang diterimanya, hanya 6 ekor yang berhasil bertahan dengan alasan kambing telah hilang di curi. “Seiring berjalannya waktu, total kambing yang tersisa hanyalah 6 ekor saja, 4 ekor ada yang mencuri ” ujarnya.

Selain masalah kandang dan tingginya angka kehilangan kambing, M juga mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui dengan pasti daftar penerima bantuan lainnya beserta jumlah yang diterima. Hal ini memunculkan tanda tanya besar mengenai transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sebesar hampir Rp 195 juta itu.

“Saya juga tidak mengetahui secara pasti siapa dan berapa jumlah penerima bantuan bibit kambing yang lain,” tuturnya.

Dugaan mark up mengemuka setelah dilakukan perhitungan sederhana. M memperkirakan harga bibit kambing yang diterimanya hanya berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per ekor. Dengan asumsi harga tertinggi, total nilai bantuan yang ia terima hanya sekitar Rp 10 juta.

Angka ini sangat kontras dengan anggaran yang dikucurkan desa, yaitu Rp 194,8 juta. Jika realisasi di lapangan hanya senilai yang diterima M, maka selisihnya mencapai ratusan juta rupiah dan berpotensi menjadi kerugian negara.

Hingga berita ini dipublikasikan, upaya tintaindependen.com untuk mendapatkan konfirmasi dan penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Jambu Karya belum berhasil dibalas. Pihak desa juga belum mengeluarkan pernyataan atau klarifikasi terkait dugaan ini.

(Rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *