Cuci Darah Tiap 3 Hari, Bocah Penderita Gagal Ginjal Seumur Hidup di Dangdeur Jayanti Butuh Perhatian dari Pemkab Tangerang

Berita, Daerah, Peristiwa108 Dilihat

tintaindependen.com Tangerang, 06, September, 2026

Derita pilu dialami oleh seorang bocah bernama Siti Junita asal Kp Garedog 05/03 desa Dangdeur Jayanti yang kini harus bergantung pada mesin cuci darah untuk bertahan hidup. Anak berinisial Sj (12), warga Dangdeur Kecamatan Jayanti didiagnosis menderita gagal ginjal stadium akhir dan wajib menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah seumur Hidup sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Kondisi ini membuat pihak keluarga merasa kewalahan, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga fisik, karena harus bolak-balik ke rumah sakit Harapan kita diJakarta demi mendapatkan perawatan yang memadai.

Ibu sang bocah, Ayum (41), menuturkan bahwa anaknya mulai menunjukkan gejala lemas dan pembengkakan tubuh sejak beberapa tahun lalu. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, nyatanya fungsi ginjal sang anak sudah sangat menurun sehingga harus segera mendapatkan tindakan cuci darah rutin.

“Sekarang jadwalnya tiga hari sekali harus cuci darah. Kalau telat sedikit, badannya langsung bengkak dan sesak napas. Kami sangat berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten,” ujar ibunda Sj saat ditemui di kediamannya, Senin (7/9).

Meskipun biaya medis saat ini sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, keluarga mengaku terbebani oleh biaya operasional, transportasi, serta kebutuhan nutrisi khusus dan obat-obatan penunjang yang tidak sepenuhnya dicover.

Pihak keluarga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Pihak Kecamatan Jayanti atau Dinas Kesehatan dapat memberikan bantuan, baik berupa akses kesehatan yang lebih dekat maupun santunan untuk meringankan beban biaya sehari-hari.

“Kami hanya rakyat kecil. Uang untuk transportasi bolak-balik ke rumah sakit setiap tiga hari itu berat buat kami. Mohon Pak Bupati dan jajaran dinas terkait bisa melihat kondisi anak kami,” tambahnya dengan nada lirih.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas hemodialisis khusus anak di RSUD setempat agar pasien tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke Jakarta.

[Mulyadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *