Hutan Bambu Proyek Penuh Tanda Tanya Besar

tintaindependen.com Tangerang, – Proyek hutan bambu yang berada di wilayah kecamatan Cisoka yang merupakan proyek pemerintah kabupaten Tangerang sebelumnya banyak menuai kontroversi dan menjadi sorotan tajam aktivis, kini redup tidak ada lagi suara yang terdengar, Selasa(14/7/2026).

Di ketahui ada beberapa hal yang menjadi sorotan mulai dari penyediaan tanah yang seharusnya 2000 M akan tetapi menurut beberapa sumber tidak terpenuhi, kemudian tercantum di Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang seharusnya ada air mancur namun tidak nampak, turap juga nampak hancur.

Hasil penelusuran awak Media salah satu warga BS(47) mengatakan bahwa proyek hutan bambu tersebut hanya bikin kotor dan di khawatirkan menimbulkan berkembang biaknya ular yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar.

“Bikin kumuh saja, bagaimana kalau nanti banyak ular,”ujar BS.

Hal serupa juga menimbulkan kritik pedas dari Ketua LSM LSBSN DPC kabupaten Tangerang Ilham Candra Prima yang akrab disapa keong Candra, ia menyebut proyek hutan bambu tersebut dinilai hanya membuang anggaran saja, dengan nampak terlihat saat ini tidak terawat dan banyak benih bambu yang kering.

“Perencanaan kurang matang menimbulkan kerugian besar bagi pemerintah, seharusnya ini menjadi catatan buruk,”ujar Keong Candra.

Keong juga menegaskan pihaknya akan selalu mengawasi setiap kebijakan pemerintah, menurutnya sesuatu hal yang dikerjakan oleh pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat harus tepat sasaran dan memiliki manfaat bagi masyarakat tentunya.

Proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah hingga saat ini merupakan misteri suatu tata kelola pemerintahan tanpa mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Hingga berita ini disiarkan belum terkonfirmasi seluruh pihak yang ada di lingkaran pemilik kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *