tintaindependen.com, Muncul pertanyaan, kenapa cemas kalau nilai rupiah jatuh, loyo, tak berdaya atau tersungkur hingga sampai ke angka Rp 17500/$USD? Rakyat desa kan tidak menggunakan uang dolar Amerika dalam bertransaksi.
Nah, di sinilah perlunya pemahaman terhadap nilai rupiah ini.
Memang masyarskat desa atau masyarakat kelas menengah ke bawah tidak mempergunakan mata uang dolar Amerika dalam kehidupannya sehari-hari. Malahan mungkin kebanyakan masyarakat kelas men engah ke bawah tak banyak yang kenal dengan uang dolar Amerika.
Namun yang harus diing at, apabila mata uang rupiah melemah, jatuh, tersungkur seperti sekarang ini, dampak negatif berupa akibat dari anjloknya nilai rupiah ini otomatis akan dirasakan rakyat kelas menengah ke bawah, tak terkecuali rakyat di desa.
Apa dampak negatifnya? Antara lain barang-barang kebutuhan pokok akan mengalami Kenaikan secara otomatis.
Kenaikan bahan kebutuhan pokok ini disebabkan barang-barang impor akan naik jika rupiah jatuh. Bunga utang luar negeri akan naik jika rupiah jatuh.
Jadi, kesimpulannya, rakyat kecil, rakyat kelas menengah ke bawah, rakyat desa otomatis akan terdampak jika nilai rupiah jatuh.
Dan salah besar kalau ada yang berpendapat, penurunan nilai rupiah tidak ada dampaknya ke pada masyarakat desa karena masyarakat desa tidak memakai dolar.
Oleh: Bustami Narda








