Mobil Siaga Desa Bakung Sulit Diakses Saat Darurat, Kades Klaim “Pengunggah Tiktok Sudah Minta Maaf”, Wakil Bupati Tangerang Turun Tangan

Berita, Daerah, Peristiwa93 Dilihat

tintaindependen.com TANGERANG – Polemik penggunaan mobil siaga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, terus bergulir. Setelah viral di media sosial, Media tintaindependen.com melakukan penelusuran lanjutan guna memastikan kebenaran informasi yang disampaikan warga terkait sulitnya akses mobil siaga saat kondisi darurat medis, Jum’at (30/1/2026).

Pemilik akun TikTok @Al-Haq313, yang pertama kali mengunggah keluhan tersebut, membenarkan bahwa sebelum video diunggah, pihak keluarga telah berupaya menghubungi sopir mobil siaga desa. Namun, mobil siaga yang biasa dioperasikan disebut sedang digunakan.

“Sebelumnya kami sudah menelepon sopir mobil siaga, tapi katanya sedang dipakai. Padahal ada satu unit mobil lain yang terlihat terparkir di rumah kepala desa,”ujar pemilik akun.

Ia menuturkan, keluarga juga sempat bertemu dengan istri kepala desa yang baru selesai berbelanja. Namun, menurutnya, tidak ada solusi konkret yang diberikan untuk membantu kondisi darurat tersebut.

“Kami malah diarahkan untuk menelepon ke sana ke sini, sementara kondisi pasien sudah semakin lemah,”ungkapnya.

Keterlambatan penanganan medis tersebut disebut hampir berujung fatal. Berdasarkan keterangan dokter yang menangani pasien, kondisi dehidrasi berat membuat pemasangan infus menjadi sulit.

“Dokter menyampaikan bahwa jika terlambat bisa berbahaya, karena cairan tubuh pasien sudah sangat kurang. Bahkan pemasangan infus pun sempat terkendala,”lanjutnya.

Lebih jauh, ia mengungkap dugaan bahwa mobil siaga desa yang kerap terparkir di rumah kepala desa jarang digunakan untuk kepentingan warga. Sebaliknya, kendaraan tersebut justru sering terlihat digunakan saat ada agenda tertentu di luar daerah.

“Pegawai desa juga tidak berani mengeluarkan mobil itu kalau posisinya di rumah lurah. Tapi kalau ada rapat ke Bogor atau ke luar daerah, mobil tersebut justru terlihat digunakan,” katanya.

Ironisnya, Desa Bakung diketahui memiliki unit mobil siaga baru. Namun, menurut keterangan warga, kendaraan tersebut tidak dapat digunakan karena kunci tidak diserahkan kepada petugas.

“Ada mobil yang masih baru, tapi kuncinya tidak diberikan. Kami bertanya-tanya, apakah mobil itu memang tidak untuk warga?” ujarnya.

Keluhan tersebut ternyata bukan kasus tunggal. Setelah unggahan video beredar, sejumlah warga lain mengaku mengalami hal serupa saat hendak meminjam mobil siaga desa.

“Setelah saya buat status di WhatsApp, ada warga lain yang menghubungi dan mengaku juga tidak diperbolehkan menggunakan mobil siaga, padahal unitnya ada,” tambahnya.

Menanggapi polemik tersebut, Media tintaindependen.com turut mengonfirmasi Wakil Bupati Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Ia mengaku terkejut mendengar adanya dugaan penyalahgunaan fungsi mobil siaga desa.

“Astagfirullah, benar ini?” ujar Intan Nurul Hikmah saat dimintai tanggapan.

Ia menegaskan bahwa mobil siaga desa merupakan fasilitas publik yang seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan warga, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Camat untuk segera dilakukan pengecekan. Seharusnya mobil siaga diperuntukkan untuk warga,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh tintaindependen.com, Kepala Desa Bakung, Dwi Ari Setyantoro, awalnya tidak memberikan keterangan terkait polemik penggunaan mobil siaga desa yang tengah menjadi sorotan publik.

Namun, pada konfirmasi lanjutan, Dwi Ari Setyantoro justru memberikan pernyataan yang dinilai menyudutkan pengunggah video TikTok tersebut. Ia menyebut persoalan yang viral di media sosial itu hanya disebabkan oleh kurangnya komunikasi.

“Sudah minta maaf, cuma kurang komunikasi saja sebenarnya,” ujar Dwi Ari Setyantoro dengan nada yang terkesan meremehkan persoalan, seolah-olah kesalahan berada pada pihak pengunggah video TikTok.

Ketika ditanya apakah terdapat video klarifikasi atau pernyataan resmi dari pengunggah TikTok sebagai bukti permintaan maaf tersebut, Kepala Desa Bakung mengaku tidak memiliki bukti apa pun.

“Enggak ada bukti atau pernyataannya mah. Itu tetangga saya, rumahnya di samping rumah saya,” jawabnya singkat.

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama karena tidak disertai bukti klarifikasi resmi, sementara substansi utama persoalan terkait sulitnya akses mobil siaga desa dalam kondisi darurat belum dijelaskan secara terbuka. Hingga berita ini diterbitkan, polemik penggunaan mobil siaga Desa Bakung masih menjadi sorotan publik dan menunggu kejelasan serta langkah konkret dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *