Polemik Tatanan di Jurang Kenistaan Tangerang

Artikel50 Dilihat

tintaindependen.com Tangerang, – Dalam beberapa portal Media online banyak menyebutkan kinerja atau raport merah tertuju pada Bupati Tangerang, namun kita coba lihat pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Seluruh pembangunan yang ada diwilayah kabupaten Tangerang tentunya melalui mekanisme yang ditentukan olehnya atau melewatinya.

Banyak nada sumbang tentang pembangunan gapura kawasan Puspemkab semegah itu, terus pembangunan titik 0, sementara akses jalan dibeberapa wilayah masih butuh perhatian, seperti halnya yang terjadi diwilayah Pantura baru ini yang menelan korban jiwa hingga empat orang tewas.

Lantas pertanyaannya Bapedda itu apa?, kenapa selalu menyoroti Bupati, jika pertanyaan demikian hadir, tentunya kita harus merenungkan bahwa Bupati itu bukan penggagas akan tetapi mengeksekusi atas dasar usulan dan perencanaan yang sudah disediakan.

Jika seandainya pimpinan yang memiliki kebijakan harus tercoreng oleh bawahannya yang tidak memikirkan nama baik pimpinan, seharusnya segera melakukan evaluasi dan pembenahan, karena itu hanya akan menjadi Boomerang yang tiada henti.

Masyarakat Tangerang tentunya berharap seluruh pelayanan dapat mudah dilakukan, sesimpel itu harapannya, adapun disisi lain yang memiliki kepentingan itu sudah bagian dari dinamika politik, pro kontra sudah merupakan hal yang biasa di negeri ini.

Kabupaten Tangerang merupakan Induk dari beberapa wilayah kota, seperti halnya Kota Tangerang, Tangerang Selatan. Tentunya hal itu bicara pengalaman sudah di ambang batas.

Kita kembali lagi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sebenarnya untuk saat ini sudah maksimal belum di kabupaten Tangerang?, apakah harus segera dievaluasi?, ataukah akan selalu menjadi sisi gelap yang mendorong ke jurang bagi pimpinan!!!, mari kita lihat sejauh mana perannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *