Ratusan Guru PNS dan PPPK di Kabupaten Tangerang Keluhkan Gaji Dipotong Sepihak oleh Dinas

tintaindependen.com Tangerang,15, Juni, 2026
Gelombang keluhan datang dari ratusan tenaga pendidik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pasalnya, hampir seluruh guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengeluhkan adanya pemotongan gaji yang dinilai merugikan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Keresahan ini mulai mencuat setelah para guru menerima slip gaji bulan ini yang menunjukkan angka lebih rendah dari biasanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemotongan bervariasi mulai dari Rp 400.000 hingga Rp500.000 per orang.

Salah seorang guru PNS yang enggan disebutkan namanya, berinisial AR (45), mengaku kaget saat melihat saldo di rekeningnya berkurang cukup signifikan.

“Kami memang mendapatkan sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya. Begitu cek rekening di bank, nominalnya berkurang. Bagi kami yang hanya mengandalkan gaji pokok untuk kebutuhan sehari-hari, potongan tersebut sangat terasa,” ujar AR kepada awak media.

Hal senada disampaikan oleh seorang guru PPPK, SM (30). Ia menyebutkan bahwa alasan pemotongan gaji tersebut simpang siur. “Ada yang bilang untuk iuran wajib organisasi, ada yang bilang untuk penyesuaian BPJS, bahkan ada desas-desus untuk sumbangan acara kedinasan. Tapi kenapa dilakukan serentak dan tanpa persetujuan kami?” katanya dengan nada kecewa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Jayanti membenarkan telah banyak guru yang dipotong gajihnya.” Benar Pak ada pemotongan gaji guru bulan ini ” katanya singkat.

Isu pemotongan gaji ini pasti menjadi sorotan publik di Tangerang, mengingat beban kerja guru yang dinilai sudah cukup berat, namun harus dihadapkan pada ketidakpastian hak finansial mereka. Para guru berharap pihak terkait, termasuk DPRD setempat, dapat turun tangan untuk membantu mencari solusi agar Pemotongan ini tidak terus berlarut-larut.

[Mulyadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *