tintaindependen.com Tangerang,01,September,2026
Suasana tenang di SD Negeri Pangkat 2 di desa Pangkat Kecamatan Jayanti mendadak berubah menjadi kepanikan. Gedung perpustakaan sekolah tersebut secara mengejutkan ambruk pada Selasa siang,Pukul 12’30 Wib, padahal saat kejadian kondisi cuaca sedang cerah dan tidak ada angin kencang maupun hujan deras.
Peristiwa ini terjadi tepat saat para siswa sedang mengikuti kegiatan Belajar Mengajar di area sekolah. Beruntung, saat atap bangunan mulai runtuh, tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam perpustakaan, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Sekolah SD Negeri Pangkat 2 menjelaskan bahwa bangunan perpustakaan tersebut sebenarnya tergolong sudah terlalu tua, kondisi atap diduga sudah mengalami pelapukan di beberapa bagian penyangga utamanya.
“Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang keras, dan saat kami cek, atap perpustakaan sudah rata dengan tanah. Padahal cuaca sedang panas, tidak ada hujan sama sekali,” ungkap salah satu guru di lokasi kejadian.
Akibat kejadian ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta. Selain kerusakan bangunan yang cukup parah, ribuan buku pelajaran, dokumen penting sekolah, dan fasilitas pendukung literasi lainnya tertimbun reruntuhan atap dan tidak sempat diselamatkan.
Pihak sekolah kini telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan setempat agar segera mendapatkan bantuan perbaikan. Sementara itu, area di sekitar gedung yang ambruk telah dipasang garis pembatas agar para siswa tidak mendekat, mengingat struktur sisa bangunan masih dianggap membahayakan.
Untuk sementara, aktivitas perpustakaan dihentikan total, dan pihak sekolah berencana memindahkan sisa-sisa buku yang masih bisa diselamatkan ke ruang kelas kosong untuk sementara waktu.
[Mulyadi]














